Blue Moon pada 31 Mei Bukan Berarti Bulan Berwarna Biru, Ini Penjelasannya

- Jurnalis

Senin, 1 Juni 2026 - 08:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fenomena Blue Moon yang terjadi pada 31 Mei sering membuat banyak orang mengira bahwa Bulan akan tampak berwarna biru di langit malam. Padahal, istilah tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan perubahan warna alami satelit Bumi tersebut.

Secara astronomi, Blue Moon adalah sebutan untuk Bulan Purnama tambahan yang muncul dalam periode tertentu. Fenomena ini tergolong langka, sehingga muncul ungkapan bahasa Inggris “once in a blue moon” yang berarti sesuatu yang jarang terjadi.

Ada dua definisi Blue Moon yang umum digunakan:

  1. Blue Moon Musiman
    Terjadi ketika dalam satu musim terdapat empat kali Bulan Purnama. Purnama ketiga disebut sebagai Blue Moon.
  2. Blue Moon Bulanan
    Terjadi ketika dalam satu bulan kalender terdapat dua kali Bulan Purnama. Purnama kedua disebut Blue Moon. Definisi ini yang paling populer di masyarakat.
Baca Juga :  Gunung Batu di Sesar Lembang: Naik Ratusan Meter Akibat Dorongan Tektonik

Pada 31 Mei, fenomena yang dimaksud bukanlah Bulan berubah warna menjadi biru, melainkan penamaan astronomi untuk fase Bulan Purnama tertentu.

Kenapa Bulan Bisa Tampak Biru?

Meski jarang, Bulan memang pernah terlihat kebiruan. Namun hal itu disebabkan oleh kondisi atmosfer Bumi, bukan karena fenomena Blue Moon itu sendiri.

Warna biru dapat muncul ketika ada partikel asap, debu vulkanik, atau polusi tertentu di atmosfer yang menyaring cahaya merah sehingga cahaya biru lebih dominan terlihat. Contohnya pernah terjadi setelah letusan gunung berapi besar atau kebakaran hutan masif.

Baca Juga :  Tes Kecerdasan dan Cara Menentukan Tingkat Kecerdasan

Namun dalam kondisi normal, Bulan saat Blue Moon tetap tampak putih, kekuningan, atau jingga seperti Bulan Purnama biasa.

Fenomena Astronomi yang Menarik

Walaupun tidak benar-benar berwarna biru, Blue Moon tetap menjadi fenomena langit yang menarik untuk diamati. Banyak penggemar astronomi memanfaatkan momen ini untuk fotografi malam maupun pengamatan langit.

Fenomena ini juga menjadi pengingat bahwa istilah dalam astronomi sering kali memiliki makna historis dan budaya, bukan selalu menggambarkan kondisi visual objek langit secara langsung.

 

Follow WhatsApp Channel inikanaku.my.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengapa AI Membutuhkan Banyak Air dan Listrik? Kenali Komponen Pendinginannya
ISO 22000: Pengertian, Prinsip, Manfaat, Persyaratan dan Cara Penerapannya
Mengenal HACCP: Pengertian, Tujuan, 7 Prinsip, Tahapan Penerapan dan Contohnya dalam Industri Pangan
Fenomena Langit Pekan Terakhir Mei 2026, Blue Moon Jadi Sorotan
Supermoon Beaver Moon 5 November 2025, Bulan Purnama Terbesar Tahun Ini
Fenomena Langit Selama November 2025, Supermoon hingga Hujan Meteor Hiasi Malam di Indonesia
Fenomena Alam Spektakuler Bakal Hiasi Langit September 2025
Fenomena Kulminasi Matahari Mulai 7 September, Bayangan Tubuh Bisa Hilang!
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 07:43 WIB

Mengapa AI Membutuhkan Banyak Air dan Listrik? Kenali Komponen Pendinginannya

Senin, 7 September 2026 - 14:47 WIB

ISO 22000: Pengertian, Prinsip, Manfaat, Persyaratan dan Cara Penerapannya

Sabtu, 5 September 2026 - 15:30 WIB

Mengenal HACCP: Pengertian, Tujuan, 7 Prinsip, Tahapan Penerapan dan Contohnya dalam Industri Pangan

Senin, 1 Juni 2026 - 08:28 WIB

Blue Moon pada 31 Mei Bukan Berarti Bulan Berwarna Biru, Ini Penjelasannya

Jumat, 22 Mei 2026 - 21:07 WIB

Fenomena Langit Pekan Terakhir Mei 2026, Blue Moon Jadi Sorotan

Info Terbaru