Fenomena Kulminasi Matahari Mulai 7 September, Bayangan Tubuh Bisa Hilang!

- Jurnalis

Jumat, 5 September 2025 - 13:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan bahwa Indonesia akan kembali mengalami fenomena kulminasi matahari atau yang lebih dikenal sebagai hari tanpa bayangan. Peristiwa ini akan berlangsung mulai 7 September hingga 21 Oktober 2025, dengan jadwal berbeda di tiap kota.

Apa Itu Kulminasi Matahari?

Kulminasi matahari terjadi ketika posisi matahari tepat berada di atas kepala (titik zenit). Saat momen ini berlangsung, bayangan benda tegak lurus, termasuk tubuh manusia, akan jatuh tepat di bawahnya sehingga tampak seolah menghilang.

Fenomena ini hanya bisa terjadi di wilayah yang terletak di sekitar garis khatulistiwa, termasuk Indonesia. Uniknya, setiap kota akan mengalami kulminasi di jam yang berbeda.

Baca Juga :  Fenomena Alam Spektakuler Bakal Hiasi Langit September 2025

Jadwal di Beberapa Kota Besar

BMKG merilis jadwal kulminasi utama di sejumlah kota, antara lain:

  • Banda Aceh: 8 September 2025 pukul 12.36 WIB
  • Jakarta Pusat: 8 Oktober 2025 pukul 11.39 WIB
  • Bandung: 11 Oktober 2025 pukul 11.36 WIB
  • Surabaya: 12 Oktober 2025 pukul 11.15 WIB

Fenomena ini akan terus bergulir hingga mencapai titik terakhir di Baa, Nusa Tenggara Timur, pada 21 Oktober 2025.

Kenapa Bisa Terjadi?

Peristiwa ini disebabkan oleh posisi semu matahari yang berubah sepanjang tahun akibat kemiringan sumbu rotasi bumi sekitar 23,5 derajat. Itulah mengapa setiap kota bisa mengalami kulminasi pada waktu yang berbeda.

Efek Bagi Masyarakat

Meski tak berbahaya, fenomena kulminasi matahari biasanya membuat suhu udara terasa lebih terik. BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan, seperti:

  • Menggunakan tabir surya atau pelindung saat beraktivitas di luar ruangan,
  • Mengenakan topi atau kacamata hitam,
  • Rajin minum air putih untuk menghindari dehidrasi.
Baca Juga :  Isaac Newton Dengan Kontribusinya Pada Hukum Gravitasi Universal, Hukum Gerak, dan Pengembangan Kalkulus,

Momen Edukasi

Selain menarik secara ilmiah, kulminasi matahari juga bisa menjadi momen edukasi sederhana. Anak-anak bisa mengamati langsung bagaimana bayangan benda tegak benar-benar hilang di siang hari.

Fenomena ini hanya terjadi dua kali dalam setahun di Indonesia, sehingga bisa menjadi kesempatan langka untuk belajar sekaligus menikmati keajaiban alam. Jadi, siap-siap lihat bayangan tubuhmu menghilang bulan September–Oktober ini!

 

Follow WhatsApp Channel inikanaku.my.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Fenomena Langit Pekan Terakhir Mei 2026, Blue Moon Jadi Sorotan
Supermoon Beaver Moon 5 November 2025, Bulan Purnama Terbesar Tahun Ini
Fenomena Langit Selama November 2025, Supermoon hingga Hujan Meteor Hiasi Malam di Indonesia
Fenomena Alam Spektakuler Bakal Hiasi Langit September 2025
Fenomena Hujan Meteor Aurigids 1 September 2025, Bisa Diamati dari Indonesia
Apa Itu Gas Air Mata dan Cara Mengatasinya Jika Terpapar
Gas Air Mata: Bahaya, dan Cara Penanganannya
Sesar Lembang Aktif, Ini Daftar Kecamatan yang Masuk Zona Merah
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 21:07 WIB

Fenomena Langit Pekan Terakhir Mei 2026, Blue Moon Jadi Sorotan

Rabu, 5 November 2025 - 18:47 WIB

Supermoon Beaver Moon 5 November 2025, Bulan Purnama Terbesar Tahun Ini

Jumat, 5 September 2025 - 14:24 WIB

Fenomena Alam Spektakuler Bakal Hiasi Langit September 2025

Jumat, 5 September 2025 - 13:56 WIB

Fenomena Kulminasi Matahari Mulai 7 September, Bayangan Tubuh Bisa Hilang!

Senin, 1 September 2025 - 07:33 WIB

Fenomena Hujan Meteor Aurigids 1 September 2025, Bisa Diamati dari Indonesia

Info Terbaru

Healthy Lifestyle

Ikan Teri, Sumber Kalsium dan Protein Alami dari Laut Indonesia

Jumat, 7 Nov 2025 - 20:23 WIB