Tentu. Bagian jenis baterai bisa ditambahkan agar artikelnya lebih lengkap. Saya sarankan juga menjelaskan bahan kimia utama baterai, karena “berbahan apa” pada mobil listrik sebenarnya merujuk pada material katoda, anoda, elektrolit, dan komponen lainnya.
Berikut versi redaksi yang sudah diperbarui:
Berapa Lama Umur Baterai Mobil Listrik? Kenali Jenis dan Bahan Baterainya
INIKANAKU.my.id – Baterai merupakan salah satu komponen paling penting pada mobil listrik karena menjadi sumber energi utama untuk menggerakkan motor listrik. Berbeda dengan mobil bensin yang menggunakan mesin pembakaran internal, mobil listrik menyimpan energi dalam baterai berkapasitas besar.
Pertanyaan mengenai umur baterai sering menjadi pertimbangan sebelum seseorang membeli mobil listrik. Selain soal daya tahan, penting juga mengetahui jenis baterai yang digunakan dan bahan penyusunnya.
Secara umum, baterai mobil listrik modern menggunakan teknologi lithium-ion (Li-ion). Namun, lithium-ion bukan hanya satu jenis baterai. Di dalamnya terdapat beberapa kimia baterai yang berbeda, antara lain Lithium Iron Phosphate (LFP) dan Nickel Manganese Cobalt (NMC).
Baterai Mobil Listrik Terbuat dari Apa?
Baterai mobil listrik pada dasarnya tersusun dari beberapa komponen utama, yaitu katoda, anoda, elektrolit, separator, serta kolektor arus.
Material yang digunakan dapat berbeda tergantung jenis baterainya.
Salah satu material penting adalah litium (lithium) yang memungkinkan ion bergerak antara katoda dan anoda ketika baterai diisi dan digunakan.
Selain litium, baterai mobil listrik dapat menggunakan material seperti besi (iron), fosfat, nikel (nickel), mangan (manganese), dan kobalt (cobalt) pada bagian katodanya, tergantung teknologi yang digunakan.
Bagian anoda pada banyak baterai lithium-ion menggunakan grafit (graphite), meskipun teknologi baterai tertentu dapat menggunakan material lain.
Jadi, baterai mobil listrik bukan hanya terbuat dari satu bahan. Komposisinya merupakan kombinasi berbagai material yang dirancang untuk menyimpan dan melepaskan energi listrik.
1. Baterai LFP
Lithium Iron Phosphate (LFP) merupakan salah satu jenis baterai lithium-ion yang banyak digunakan pada kendaraan listrik.
Baterai LFP menggunakan litium, besi, dan fosfat sebagai material utama pada katodanya.
Salah satu karakteristik LFP adalah stabilitas termal dan siklus hidup yang baik. Baterai jenis ini juga tidak menggunakan nikel dan kobalt sebagai material utama katodanya.
Karakteristik tersebut membuat LFP menjadi salah satu pilihan dalam pengembangan kendaraan listrik, terutama untuk model yang mengutamakan daya tahan siklus dan biaya baterai.
2. Baterai NMC
Jenis lainnya adalah Nickel Manganese Cobalt (NMC).
Sesuai namanya, material katoda NMC menggunakan kombinasi nikel, mangan, dan kobalt, bersama dengan litium.
Baterai NMC dikenal memiliki kepadatan energi yang tinggi sehingga dapat menyimpan energi dalam jumlah besar dengan ukuran dan berat yang relatif lebih kecil.
Karena itu, teknologi NMC banyak digunakan pada berbagai kendaraan listrik yang membutuhkan kepadatan energi tinggi.
3. Jenis Baterai Lain
Selain LFP dan NMC, terdapat pula berbagai teknologi baterai lithium-ion lainnya, termasuk NCA (Nickel Cobalt Aluminum).
Industri otomotif juga terus mengembangkan teknologi baterai baru untuk meningkatkan kepadatan energi, keamanan, umur pakai, kecepatan pengisian, serta menekan biaya produksi.
Karena itu, jenis baterai yang digunakan sebaiknya dilihat berdasarkan spesifikasi masing-masing merek dan model mobil listrik.
Umur Baterai Mobil Listrik Bisa Mencapai 8–15 Tahun
Baterai mobil listrik modern dirancang untuk digunakan dalam jangka panjang. Kapasitas baterai memang akan mengalami penurunan secara bertahap akibat usia dan siklus penggunaan.
Secara umum, baterai mobil listrik dapat memiliki masa penggunaan sekitar 8–15 tahun atau lebih, meskipun tidak ada angka yang sama untuk semua kendaraan.
Jarak tempuh yang dapat dicapai selama masa penggunaan juga berbeda-beda. Beberapa baterai dapat digunakan hingga sekitar 150.000–300.000 kilometer atau lebih, tergantung kendaraan dan pola pemakaian.
Sejumlah produsen juga memberikan garansi baterai sekitar delapan tahun atau 160.000 kilometer, dengan ketentuan yang berbeda pada setiap merek dan model.
Garansi tersebut bukan berarti baterai otomatis rusak setelah delapan tahun. Baterai masih dapat digunakan setelah masa garansi berakhir selama kondisinya masih memenuhi kebutuhan kendaraan.
Kapasitas Baterai Menurun Seiring Waktu
Baterai mobil listrik tidak langsung berhenti berfungsi ketika usianya bertambah. Umumnya, kapasitas penyimpanan energi akan berkurang secara bertahap.
Akibatnya, jarak tempuh kendaraan dalam satu kali pengisian dapat berkurang dibandingkan ketika baterai masih baru.
Besarnya penurunan kapasitas dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti:
- Usia baterai.
- Jumlah siklus pengisian.
- Suhu lingkungan.
- Pola pengisian daya.
- Sistem pengelolaan temperatur baterai.
- Teknologi dan kimia baterai yang digunakan.
Faktor yang Memengaruhi Umur Baterai
Suhu yang Terlalu Tinggi
Panas berlebih dapat mempercepat degradasi baterai. Karena itu, sistem pengaturan temperatur menjadi bagian penting dalam kendaraan listrik.
Kebiasaan Mengisi Daya
Pola pengisian juga berpengaruh terhadap kondisi baterai. Batas pengisian yang dianjurkan dapat berbeda berdasarkan jenis baterai dan rekomendasi produsen.
Pemilik kendaraan sebaiknya mengikuti petunjuk pengisian yang diberikan pabrikan.
Penggunaan Fast Charging
Fast charging memungkinkan baterai terisi lebih cepat. Namun, penggunaan pengisian cepat secara berulang dalam kondisi temperatur tinggi dapat meningkatkan beban termal baterai.
Dampaknya terhadap umur baterai bergantung pada teknologi kendaraan dan sistem manajemen baterai yang digunakan.
Membiarkan Baterai Sangat Rendah
Membiarkan baterai berada pada tingkat pengisian sangat rendah dalam waktu lama juga sebaiknya dihindari. Pemilik kendaraan dapat mengikuti batas pengisian yang direkomendasikan produsen.
Apakah Baterai Harus Diganti Setelah 8 Tahun?
Tidak selalu.
Masa garansi bukan berarti batas usia baterai. Mobil listrik yang sudah berusia delapan tahun masih dapat digunakan apabila kondisi baterainya masih baik dan mampu memenuhi kebutuhan penggunaan.
Seiring bertambahnya usia, kapasitas baterai mungkin menurun sehingga jarak tempuh sekali pengisian ikut berkurang.
Penggantian baterai sebaiknya dilakukan berdasarkan kondisi aktual dan hasil pemeriksaan, bukan semata-mata karena kendaraan telah mencapai usia tertentu.
Pada beberapa kendaraan, kerusakan tertentu juga dapat ditangani melalui pemeriksaan atau penggantian komponen/modul tertentu, tergantung desain baterai dan kebijakan pabrikan.
Berapa Biaya Mengganti Baterai Mobil Listrik?
Biaya penggantian baterai sangat bervariasi berdasarkan merek, model, kapasitas, teknologi baterai, dan jenis kerusakan.
Penggantian seluruh paket baterai dapat membutuhkan biaya puluhan hingga ratusan juta rupiah atau lebih untuk model tertentu.
Karena itu, calon pembeli mobil listrik sebaiknya memperhatikan bukan hanya harga kendaraan, tetapi juga jenis baterai, kapasitas baterai, garansi, masa garansi, serta ketentuan layanan purna jual.
Cara Memperpanjang Umur Baterai
Beberapa kebiasaan yang dapat dilakukan untuk membantu menjaga kondisi baterai antara lain:
- Mengikuti rekomendasi pengisian dari pabrikan.
- Menghindari paparan panas berlebih dalam waktu lama.
- Tidak membiarkan baterai sangat kosong dalam waktu panjang.
- Menggunakan pengaturan batas pengisian jika tersedia.
- Menggunakan fast charging sesuai kebutuhan.
- Melakukan pemeriksaan kendaraan sesuai jadwal perawatan.
Kesimpulan
Baterai mobil listrik umumnya menggunakan teknologi lithium-ion, dengan beberapa jenis kimia seperti LFP dan NMC. Material penyusunnya dapat mencakup litium, besi, fosfat, nikel, mangan, kobalt, grafit, dan material lainnya, tergantung teknologi baterainya.
Dengan penggunaan dan pengelolaan yang tepat, baterai mobil listrik dapat digunakan dalam jangka panjang, bahkan sekitar 8–15 tahun atau lebih. Namun, kapasitas penyimpanan energi akan mengalami degradasi secara bertahap.
Karena setiap mobil memiliki teknologi dan spesifikasi baterai berbeda, informasi mengenai jenis baterai, garansi, dan perawatan dari masing-masing produsen tetap menjadi acuan utama.














