Fenomena Langit Pekan Terakhir Mei 2026, Blue Moon Jadi Sorotan

- Jurnalis

Jumat, 22 Mei 2026 - 21:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

INIKANAKU — Pekan terakhir Mei 2026 akan menjadi momen menarik bagi pecinta astronomi dan pengamat langit di Indonesia. Sejumlah fenomena langit diprediksi menghiasi malam akhir bulan, mulai dari Bulan yang mendekati bintang terang Regulus hingga kemunculan Blue Moon yang tergolong langka.

Fenomena-fenomena tersebut dapat diamati dengan mata telanjang selama kondisi cuaca cerah dan minim polusi cahaya.

Bulan dan Regulus Tampak Berdekatan

Pada 23 Mei 2026, Bulan akan terlihat berada dekat dengan Regulus, bintang paling terang di rasi Leo. Fenomena ini bisa diamati setelah Matahari terbenam di langit barat.

Papasan Bulan dan Regulus menjadi salah satu objek menarik bagi pengamat langit karena keduanya tampak cukup terang dan mudah dikenali tanpa alat bantu teleskop.

Baca Juga :  Apakah Tesla Adalah Penemu Listrik ?

Inti Bima Sakti Mulai Jelas

Menjelang akhir Mei, inti galaksi Bima Sakti juga mulai tampak lebih jelas di langit malam Indonesia. Waktu terbaik untuk mengamati fenomena ini adalah sekitar pukul 22.00 hingga dini hari.

Lokasi dengan minim cahaya seperti pegunungan, pantai, atau pedesaan menjadi tempat ideal untuk menikmati keindahan galaksi tersebut. Fenomena ini juga menjadi momen favorit bagi pecinta fotografi malam atau astrofotografi.

Blue Moon Tutup Mei 2026

Fenomena paling dinantikan terjadi pada 31 Mei 2026, saat Blue Moon muncul di langit malam. Blue Moon merupakan istilah untuk purnama kedua yang terjadi dalam satu bulan kalender.

Baca Juga :  Fenomena Hujan Meteor Aurigids 1 September 2025, Bisa Diamati dari Indonesia

Meski disebut Blue Moon, warna Bulan tidak benar-benar biru. Istilah tersebut hanya merujuk pada kejadian langka dua kali purnama dalam satu bulan yang sama.

Fenomena ini termasuk jarang terjadi dan rata-rata hanya muncul setiap dua hingga tiga tahun sekali.

Tips Mengamati Langit Malam

Agar pengamatan lebih maksimal, masyarakat disarankan memilih lokasi yang jauh dari cahaya perkotaan serta memastikan kondisi cuaca cerah. Pengamatan dapat dilakukan tanpa alat bantu, namun penggunaan binocular atau kamera mode malam bisa membantu mendapatkan detail lebih jelas.

Fenomena langit akhir Mei 2026 ini menjadi kesempatan menarik untuk menikmati keindahan langit malam sekaligus menambah pengetahuan tentang astronomi.

Follow WhatsApp Channel inikanaku.my.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Supermoon Beaver Moon 5 November 2025, Bulan Purnama Terbesar Tahun Ini
Fenomena Langit Selama November 2025, Supermoon hingga Hujan Meteor Hiasi Malam di Indonesia
Fenomena Alam Spektakuler Bakal Hiasi Langit September 2025
Fenomena Kulminasi Matahari Mulai 7 September, Bayangan Tubuh Bisa Hilang!
Fenomena Hujan Meteor Aurigids 1 September 2025, Bisa Diamati dari Indonesia
Apa Itu Gas Air Mata dan Cara Mengatasinya Jika Terpapar
Gas Air Mata: Bahaya, dan Cara Penanganannya
Sesar Lembang Aktif, Ini Daftar Kecamatan yang Masuk Zona Merah
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 21:07 WIB

Fenomena Langit Pekan Terakhir Mei 2026, Blue Moon Jadi Sorotan

Rabu, 5 November 2025 - 18:47 WIB

Supermoon Beaver Moon 5 November 2025, Bulan Purnama Terbesar Tahun Ini

Jumat, 5 September 2025 - 14:24 WIB

Fenomena Alam Spektakuler Bakal Hiasi Langit September 2025

Jumat, 5 September 2025 - 13:56 WIB

Fenomena Kulminasi Matahari Mulai 7 September, Bayangan Tubuh Bisa Hilang!

Senin, 1 September 2025 - 07:33 WIB

Fenomena Hujan Meteor Aurigids 1 September 2025, Bisa Diamati dari Indonesia

Info Terbaru

Healthy Lifestyle

Ikan Teri, Sumber Kalsium dan Protein Alami dari Laut Indonesia

Jumat, 7 Nov 2025 - 20:23 WIB