Dari Tifus hingga Hepatitis, Penyakit yang Bisa Ditularkan Lalat

- Jurnalis

Selasa, 9 September 2025 - 05:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

inikanaku.my.id – Lalat sering dianggap sekadar pengganggu, padahal serangga kecil ini menyimpan potensi bahaya besar bagi kesehatan manusia. Kebiasaannya hinggap di tempat kotor seperti sampah, kotoran hewan, hingga selokan, membuat lalat menjadi perantara berbagai penyakit yang bisa menular melalui makanan.

Lalat sebagai Pembawa Penyakit

Menurut sejumlah kajian kesehatan, lalat rumah (Musca domestica) dapat membawa lebih dari 100 jenis mikroorganisme berbahaya. Bakteri seperti Salmonella, E. coli, hingga Shigella kerap ditemukan pada tubuh lalat dan bisa memicu penyakit serius seperti tifus, disentri, diare, hingga keracunan makanan. Tak hanya itu, virus hepatitis A juga dapat berpindah melalui kontaminasi lalat pada makanan.

Proses Penularan Penyakit

Lalat tidak menggigit, tetapi penularan penyakit terjadi melalui:

  1. Kaki dan tubuh lalat – Saat hinggap di sampah atau kotoran, kuman menempel di kaki dan bulu halus tubuh lalat, lalu berpindah ke makanan yang disentuhnya.
  2. Muntahan lalat – Untuk melunakkan makanan, lalat memuntahkan cairan pencernaannya. Cairan ini bisa membawa kuman yang masuk ke makanan.
  3. Kotoran lalat – Lalat sering meninggalkan feses kecil pada permukaan makanan, yang bisa mengandung bakteri dan parasit.
  4. Telur lalat – Lalat kerap meletakkan telurnya di makanan terbuka, yang kemudian menetas menjadi belatung.
Baca Juga :  Manfaat Daun Jeruk Untuk Kesehatan

Ancaman Penyakit Berbahaya Akibat Lalat

  • Disentri dan diare akut akibat bakteri Shigella dan E. coli.
  • Tifus karena infeksi Salmonella typhi.
  • Kolera yang menyebabkan dehidrasi parah.
  • Hepatitis A yang menyerang fungsi hati.
  • Infeksi cacing usus dari telur parasit yang ikut tertelan bersama makanan.
Baca Juga :  Lidah Buaya, Manfaat dan Cara Mengolahnya

Kontaminasi Tak Terlihat

Makanan yang tampak bersih setelah dihinggapi lalat sebenarnya bisa sudah tercemar. Kuman yang tidak terlihat mata inilah yang menjadi ancaman serius, apalagi bila makanan tidak dimasak ulang.

Cara Mencegah Kontaminasi Lalat

  • Menutup makanan dengan rapat.
  • Segera membuang sampah rumah tangga, jangan menumpuk terlalu lama.
  • Menjaga kebersihan dapur dan tempat makan.
  • Memasang kawat nyamuk atau tirai plastik untuk mengurangi masuknya lalat.

Kebersihan lingkungan menjadi kunci utama untuk mencegah penyakit yang ditularkan lalat. Jangan remehkan satu ekor lalat yang hinggap di makanan, karena bisa jadi itu adalah awal dari masalah kesehatan serius.

 

Follow WhatsApp Channel inikanaku.my.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Asparagus, Sayuran Rendah Kalori Kaya Nutrisi yang Baik untuk Jantung dan Pencernaan
Ikan Teri, Sumber Kalsium dan Protein Alami dari Laut Indonesia
Tape Singkong untuk Sakit Lambung: Mitos atau Fakta? Begini Penjelasannya
Nasi Dingin Penurun Gula Darah? Fakta Ilmiah dan Risiko Tersembunyi di Balik Nasi yang Disimpan Lebih dari 24 Jam
5 Jenis Rempah Terbaik untuk Kesehatan: Dari Jahe hingga Kunyit Yang Manfaatnya Terbukti Secara Ilmiah
Cegah “Brain Rot” pada Anak, Begini Langkah Nyatanya
Manfaat Meminum Kopi Susu, Lebih dari Sekadar Menambah Energi
3 Efek Samping Minum Kopi Susu yang Jarang Diketahui, Apa Saja?
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 21:33 WIB

Asparagus, Sayuran Rendah Kalori Kaya Nutrisi yang Baik untuk Jantung dan Pencernaan

Jumat, 7 November 2025 - 20:23 WIB

Ikan Teri, Sumber Kalsium dan Protein Alami dari Laut Indonesia

Senin, 3 November 2025 - 19:06 WIB

Tape Singkong untuk Sakit Lambung: Mitos atau Fakta? Begini Penjelasannya

Senin, 3 November 2025 - 18:38 WIB

Nasi Dingin Penurun Gula Darah? Fakta Ilmiah dan Risiko Tersembunyi di Balik Nasi yang Disimpan Lebih dari 24 Jam

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 11:07 WIB

5 Jenis Rempah Terbaik untuk Kesehatan: Dari Jahe hingga Kunyit Yang Manfaatnya Terbukti Secara Ilmiah

Info Terbaru

Healthy Lifestyle

Ikan Teri, Sumber Kalsium dan Protein Alami dari Laut Indonesia

Jumat, 7 Nov 2025 - 20:23 WIB