5 Kebiasaan Sehari-Hari yang Jarang Disadari Bisa Meningkatkan Risiko Tumor Otak

- Jurnalis

Kamis, 7 Agustus 2025 - 11:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tumor otak, khususnya glioma dan meningioma, merupakan jenis tumor yang sering terdiagnosis. Meski penyebab pasti belum sepenuhnya jelas, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa gaya hidup dan beberapa kebiasaan sehari-hari dapat memengaruhi risikonya.

1. Berat Badan Berlebih atau Obesitas

Beberapa meta-analisis besar menunjukkan hubungan antara kelebihan berat badan dan meningkatnya risiko tumor otak, terutama meningioma:

  • Risiko meningioma naik sebesar ~48% untuk obesitas, dan ~18% untuk kelebihan berat badan.
  • Untuk glioma, temuan lebih beragam, tetapi terdapat peningkatan ringan risiko pada wanita bertubuh berlebih.

2. Pola Diet Tidak Sehat (Sedikit Sayur & Buah)

Diet yang rendah sayuran dan buah dikaitkan dengan risiko lebih tinggi terhadap glioma:

  • Meta-analisis menemukan bahwa pola makan sehat (tinggi sayur, buah, ikan, biji-bijian utuh) dikaitkan dengan penurunan risiko glioma ~42% .
  • Individu dengan konsumsi sayur dan buah rendah memiliki risiko lebih besar terkena tumor otak.

3. Gangguan Irama Sirkadian (Chronodisruption)

Penelitian menunjukkan bahwa paparan cahaya malam hari atau kerja shift malam yang mengganggu ritme biologis (chronodisruption) memiliki potensi meningkatkan risiko kanker:

  • Organisasi Kesehatan Dunia (IARC) mengklasifikasikan kerja shift malam sebagai “probable carcinogen” karena bisa mempercepat pertumbuhan sel kanker .
Baca Juga :  Kubis: Sayuran Bulat Serbaguna dan Kaya Manfaat

4. Pekerjaan dengan Paparan Zat Toksik

Paparan zat kimia tertentu selama bekerja juga ditemukan terkait dengan risiko meninggi:

  • Studi Hawai mencatat bahwa individu dengan riwayat pekerjaan yang terpapar carbon tetrachloride memiliki kecenderungan risiko tumor otak lebih tinggi .
  • Faktor lingkungan seperti paparan pestisida juga termasuk yang diduga berkontribusi pada timbulnya tumor otak.

5. Tinggal di Lingkungan dengan Riwayat Keluarga Kanker atau Stres Berat

Beberapa faktor risiko nondiet dan nonlingkungan juga ditemukan:

  • Studi kasus dan kontrol di Prancis menunjukkan bahwa kejadian besar (major life events) baru-baru ini—indikan stres akut—dapat meningkatkan risiko munculnya tumor otak primer.
  • Riwayat keluarga dengan kanker juga dikaitkan dengan risiko 2 kali lipat lebih tinggi terhadap tumor otak.
Baca Juga :  Lidah Buaya, Manfaat dan Cara Mengolahnya

Kebiasaan / Faktor Risiko Hubungan dengan Tumor Otak
Obesitas / kelebihan berat badan Meningkatkan risiko meningioma & glioma (terutama pada wanita)
Konsumsi rendah sayur & buah Meningkatkan risiko glioma
Gangguan sirkadian (tying kerja shift malam) Diklasifikasikan sebagai kemungkinan carcinogen
Paparan zat toksik di tempat kerja Dapat meningkatkan risiko tumor otak
Stres berat mendadak & riwayat keluarga kanker Meningkatkan risiko munculnya tumor otak

Tidak semua tumor otak bisa dicegah — faktor genetis dan paparan lingkungan seperti radiasi ionisasi tetap menjadi penyebab utama yang tak bisa dihindari. Namun, gaya hidup sehat tetap penting sebagai upaya mitigasi risiko. Menjaga berat badan ideal, konsumsi makanan bergizi, mengatur pola tidur, dan mengurangi paparan bahan kimia berbahaya dapat menjadi langkah preventif yang bijak.

Jika Anda merasa khawatir terhadap risiko atau memiliki gejala neuro (sakit kepala persistem, perubahan kepribadian, gangguan penglihatan), segera konsultasikan ke dokter saraf untuk evaluasi lanjutan.

Follow WhatsApp Channel inikanaku.my.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Asparagus, Sayuran Rendah Kalori Kaya Nutrisi yang Baik untuk Jantung dan Pencernaan
Ikan Teri, Sumber Kalsium dan Protein Alami dari Laut Indonesia
Tape Singkong untuk Sakit Lambung: Mitos atau Fakta? Begini Penjelasannya
Nasi Dingin Penurun Gula Darah? Fakta Ilmiah dan Risiko Tersembunyi di Balik Nasi yang Disimpan Lebih dari 24 Jam
5 Jenis Rempah Terbaik untuk Kesehatan: Dari Jahe hingga Kunyit Yang Manfaatnya Terbukti Secara Ilmiah
Cegah “Brain Rot” pada Anak, Begini Langkah Nyatanya
Manfaat Meminum Kopi Susu, Lebih dari Sekadar Menambah Energi
3 Efek Samping Minum Kopi Susu yang Jarang Diketahui, Apa Saja?
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 21:33 WIB

Asparagus, Sayuran Rendah Kalori Kaya Nutrisi yang Baik untuk Jantung dan Pencernaan

Jumat, 7 November 2025 - 20:23 WIB

Ikan Teri, Sumber Kalsium dan Protein Alami dari Laut Indonesia

Senin, 3 November 2025 - 19:06 WIB

Tape Singkong untuk Sakit Lambung: Mitos atau Fakta? Begini Penjelasannya

Senin, 3 November 2025 - 18:38 WIB

Nasi Dingin Penurun Gula Darah? Fakta Ilmiah dan Risiko Tersembunyi di Balik Nasi yang Disimpan Lebih dari 24 Jam

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 11:07 WIB

5 Jenis Rempah Terbaik untuk Kesehatan: Dari Jahe hingga Kunyit Yang Manfaatnya Terbukti Secara Ilmiah

Info Terbaru

Healthy Lifestyle

Ikan Teri, Sumber Kalsium dan Protein Alami dari Laut Indonesia

Jumat, 7 Nov 2025 - 20:23 WIB